Akademi Farmasi Surabaya Mendampingi BPOM Rayakan Hari Lingkungan Hidup Dunia dengan Menanam 10.000 Tanaman Obat Serentak Seluruh Indonesia
Dibuat oleh admin pada tanggal 18 Juli 2023, 00:09:42
Penulis : Mitha Salsabilla | 18 Juli 2023
Surabaya - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia bersama Balai Besar/Balai/Loka POM seluruh Indonesia melaksanakan Gerakan Menanam 10.000 Tanaman Obat Serentak Seluruh Indonesia pada Minggu (16/07/2023). Kegiatan ini merupakan dukungan BPOM RI untuk melestarikan lingkungan hidup dan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day 2023. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turut serta berpartisipasi pada kegiatan ini dengan menanam bibit tanaman obat.
BBPOM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Akademi Farmasi Surabaya, ketua RT, ketua RW dan kepala desa setempat dalam penyelenggaraan Gerakan Menanam 10.000 Tanaman Obat ini. Peserta acara menyambut dengan penuh antusias dan ikut serta menanam bibit tanaman obat di fasilitas umum milik Akademi Farmasi Surabaya.
Acara ini diselenggarakan secara online maupun offline. Dimulai dengan sambutan para tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars BPOM, dan dilanjutkan dengan menanam pohon secara simbolis. Acara selanjutnya yakni mulai penanaman pohon oleh semua tamu undangan yang hadir.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mencapai kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat tanaman obat serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. BPOM RI memilih untuk fokus pada tanaman obat karena mereka memiliki potensi besar sebagai sumber pengobatan alami dan merupakan bagian penting dalam industri kesehatan.
BPOM RI berencana mencapai target menanam 10.000 tanaman obat melalui partisipasi aktif masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya. Jenis tanaman obat yang ditanam mencakup beragam varietas yang memiliki manfaat kesehatan yang berbeda, seperti jahe, kunyit, kencur, mengkudu, sambiloto, dan sejumlah tanaman lainnya.
Melibatkan masyarakat dan pihak terkait lainnya akan dilakukan melalui kampanye sosial, kerjasama dengan komunitas lokal, dan dukungan dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah. Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kesehatan masyarakat Indonesia, dengan meningkatkan akses terhadap tanaman obat yang aman dan berkualitas. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah kesadaran masyarakat tentang manfaat tanaman obat dan pentingnya pelestariannya, serta koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam acara ini.
Pak Umar, selaku perwakilan dari Akademi Farmasi Surabaya yang hadir dalam acara ini berharap agar kedepannya mahasiswa berperan aktif dalam menjaga tanaman obat yang sudah ditanam. “Saya berharap mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah terhadap tanaman-tanaman obat yang ditanam. Kemudian dapat terus membantu masyarakat untuk mengedukasi tentang banyaknya manfaat yang dihasilkan dari tanaman obat,” Ungkapnya.
Akademi Farmasi Surabaya berkomitmen untuk memantau dan mengevaluasi kesuksesan acara ini dalam jangka panjang melalui program pemantauan dan evaluasi yang komprehensif bersama mahasiswa. Pesan dari Pak Umar kepada mahasiswa adalah pentingnya menghargai dan memanfaatkan tanaman obat dengan bijaksana untuk mendukung kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan acara menanam 10.000 tanaman obat ini, Akademi Farmasi Surabaya berharap dapat menciptakan perubahan positif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam. Semoga melalui kolaborasi dan kerjasama semua pihak, target yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi generasi masa depan.